Pintu konvensional dan pintu partisi geser memang memiliki banyak perbedaan. Tak hanya soal bentuk, tetapi juga manfaat yang diberikan. Keduanya memiliki nilai minus dan positifnya sendiri-sendiri.

Tak heran bila banyak orang yang bingung saat hendak memilih mana di antara dua pintu ini yang cocok dipasang di rumah. Untuk itu, pembahasan kali ini akan fokus pada perbandingan pintu geser dengan pintu biasa.

Kira-kira apa saja?

Daftar Kekurangan dan Kelebihan pintu partisi geser dengan pintu konvensional

Berikut adalah beberapa perbedaan dari dua jenis pintu yang umum digunakan di Indonesia:

Pintu konvensional

Pintu konvensional atau pintu swing sangat umum digunakan di Indonesia. Pintu ini memiliki komponen seperti kusen, daun pintu, engsel, lock case, tuas tangan atau pegangan atau handle pintu, gerendel, door stopper, dan door closer.

Untuk pemakaian di rumah, ada pintu swing yang mencakup semua komponen tersebut. Tapi kebanyakan tidak menggunakan door stopper dan door closer. Sebab ada beberapa orang yang justru merasa tidak nyaman dengan dua komponen ini.

Keuntungan menggunakan pintu jenis ini adalah:

  1. Pintu ini dapat dibuka secara menyeluruh, tanpa batasan antara sisi ke sisi.
  2. Menjadi pilihan yang cocok untuk rumah dengan gaya tradisional. Bisa disesuaikan dengan gaya rumah konvensional juga agar terkesan menyatu dan indah.

Kekurangan dari pintu berengsel adalah:

Saat pintu dibuka, dibutuhkan tambahan ruang sehingga bagian ruang yang tertutup oleh pintu tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Pintu geser untuk partisi ruangan

Di antara komponen pintu geser sebagai partisi ruangan sebagaimana dilansir dari builder adalah rel sliding, braket, gantungan roda, stopper roda sliding, panel pintu, dan pemandu bawah pintu.

Gambar 1 Pintu partisi geser frame gelap - Ini Perbandingan Pintu Konvensional Dan Pintu Partisi Geser
Pintu partisi geser frame gelap

Beberapa pintu juga dilengkapi dengan gerendel yang disesuaikan dengan model pintu geser untuk mengunci pintu dari dalam sehingga lebih aman.

 Kelebihan pintu partisi geser di antaranya adalah:

  1. Ada banyak pilihan model dan desain di pasar. Gaya arsitekturnya lebih variatif.
  2. Gaya yang ditawarkan dari pintu geser adalah gaya kontemporer sehingga rumah terlihat lebih modern dan elegan.
  3. Biasanya, pintu geser juga dilengkapi dengan fitur tambahan. Seperti tampilan hasil akhir yang mengkilap. Yang mana, fitur ini tidak ditemukan di pintu konvensional.
  4. Pintu ini sifatnya juga hemat ruang. Tidak mengganggu ruangan lain saat dibuka.

Meskipun banyak kelebihannya, bukan berarti pintu ini tak punya kekurangan.

Kekurangan pintu geser sebagai sekat ruangan adalah:

  1. Jika memasang pintu geser, maka hendaknya tahu cara membersihkannya dengan benar. Sebab pintu ini mudah dibersihkan dari dalam, tapi sulit dibersihkan dari luar.
  2. Pintu geser juga rawan sekali macet. Selain itu, jika terlalu keras saat mendorong, pintu ini bisa jadi mudah rusak.
  3. Karena menggunakan prinsip gaya gesek, ada kemungkinan aus atau malah mengalami pemuaian saat terkena kalor. Jadi saat terjadi perubahan suhu, pintu juga mungkin bisa tersendat atau meluncur dengan leluasa.
  4. Pintu geser biasanya juga tidak sepenuhnya dapat terbuka. Ada bagian pintu yang mentok dengan tumpuan sehingga luas bukaan pintu lebih kecil dibandingkan dengan lubang pintu sesungguhnya.

Kesimpulannya, baik pintu partisi geser maupun pintu konvensional memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi jika ingin mencari pintu yang bisa hemat ruang dan modern, memilih pintu geser adalah pilihan yang pas. Untuk jaga-jaga, setiap orang yang memilih pintu geser harus tahu cara perawatannya saja.

Baca juga

5 Contoh Pemakaian Pintu Partisi Geser Untuk Ruangan Di Rumah

1 Komentar

4 Tips Memilih Model Gorden Untuk Pintu Partisi Geser Kaca · Januari 10, 2020 pada 13:20

[…] Ini Perbandingan Pintu Konvensional Dan Pintu Partisi Geser […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *